Demikian disampaikan Ketua Umum Hanura, Wiranto, saat menyampaikan sambutan dalam Seminar Empat Pilar Kebangsaan yang diadakan oleh Perempuan Hanura bekerja sama dengan Fraksi Partai Hanura di MPR RI di Gedung MPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Rabu, 2/10).
"(Dalam menimplementasi Pancasila itu), janganlah kita menyalahkan masa lalu. Orde Baru menyalahkan Orde Lama , Orde Reformasi menyalahkan Orde Baru. Hal ini dikarenakan perjalanan bangsa tidaklah bisa dipenggal-penggal. Oleh karena itu apabila ada sesuatu yang baik dimasa lalu tetap harus dipertahankan dan apabila ada yang buruk maka harus ditinggalkan," ungkap Wiranto.
Wiranto mencontohkan Jepang dan Cina yang maju karena konsep ATM, atau amati, tiru dan modifikasi. Negara-negara tersebut mencontoh yang sudah ada, ditiru dan lalu dimodifikasi. Oleh karena itu konsep Empat ilar yang dibuat di Orde Lama, dimodifikasi di Orde selanjutnya.
"Ada tiga lipatan waktu, masa lalu adalah memori dan referensi bagi masa kini agar dapat meraih masa depan yang lebih baik. Dan Bukankah agama mengajarkan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini," demikian Wiranto.
[ysa]
BERITA TERKAIT: