Pancasila Adalah Harga Mati

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 30 September 2013, 16:10 WIB
Pancasila Adalah Harga Mati
Bem Jakarta/rmol
rmol news logo Memperingati peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30SPKI), ratusan mahasiswa mengatasnamakan dirinya Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jakarta menggelar aksi menolak kembali ideologi setan (komunis) di depan Istana Negara, Jakarta, Senin siang (30/9).

Komunis menurut mereka merupakan sebuah ideologi yang menyebarluaskan kebohongan untuk mencapai tujuannya, menghalalkan segala cara dan merupakan pelaku berbagai tindakan kekejaman di masa lalu. Tampak juga massa menggelar spanduk bertuliskan 'Menolak lupa G30SPKI Komunis Serigala Berbulu Domba Komunisme = Pembantaian Jangan Rusak Generasi Bangsa Dengan komunisme dan Komunis Virus Penghancur Ideologi Pancasila'.

Menurut Koordinator aksi Reza Malik dalam orasinya, mahasiswa dan pemuda harus jeli melihat pergerakan-pergerakan ideologi setan (komunis) jangan sampai lupa atas peristiwa G30SPKI yang digerakkan oleh Partai Komunis.

"Kita sebagai generasi muda jangan melupakan kejahatan para komunis (PKI) yang membuat pertumpahan darah. Dan jangan terkecoh dengan modus baru gerakan komunis," tegasnya.

Dijelaskannya, modus perjuangan komunisme di Indonesia hingga saat ini tidak pernah bergeser yakni memanfaatkan isu kemiskinan, ketidakadilan di bidang sosial, ekonomi dan hukum, serta berupaya mendiskreditkan kelompok atau institusi yang dianggap menghambat atau mengancam perjuangannya.

"Kami tetap menyuarakan bahwa Pancasila adalah harga mati. Dan menolak lupa peristiwa kebiadaban PKI dalam G30SPKI. Tolak kembalinya ideologi komunis," tandasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA