Direncanakan, hadir dalam Konvensi yang akan digelar pada 26-27 September ini Mantan Wapres Jusuf Kalla, anggota Komisi X DPR Zulfadli, Ketua Majelis Rektor Idrus A Paturussi, dan pakar pendidikan Jahja Umar.
Menurut Ketua Satgas Perlindungan Anak (PA), M Ihsan, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 26/9), dengan agenda ini terkesan M Nuh begitu ngotot dan menggunakan tangan orang lain untuk melegitimasi keinginannya mempertahankan UN.
Ihsan sendiri yakin M Nuh sebenarnya faham bahwa anak memiliki bakat yang berbeda dan kecerdasan jamak. sehingga sangat tidak adil jika hanya diukur dari mata pelajaran dan disimpulkan bahwa anak telah sukses menjalani pendidikan. Padahal ada anak yang berbakat olah raga, seni, musik, kerajinan, semua ini tidak terakomodir dalam sistem penilaian UN.
"Mungkin tokoh yang diundang dalam Konvensi tidak semua pakar di bidang pendidikan, tapi nama besar mereka digunakan untuk melegitimasi keinginan Mendikbud," demikian Ihsan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: