"Pasangan ini mengkompromikan kemajemukan, usia, mayoritas dan minoritas, militer dan ahli ekonomi. Diharapkan pasangan ini memenuhi keinginan rakyat yang mendambakan bersih, peduli, dan tegas," kata Ketua Umum Hanura, Wiranto, di hadapan 500 orang peserta pembekalan Caleg DPR RI Provinsi dan kota/kabupaten se-Bengkulu di Hotel Rafles, Bengkulu (Kamis, 19/9).
Dalam kesempatan ini, Wiranto juga kembali mengisahkan peristiwa 1998 ketika ia menjabat sebagai Menhamkam dan Pangab. Bila mau, ia punya kesempatan untuk mengambil alih kekuasaan. Namun pada saat itu ia memutuskan untuk tidak mengambilalih kekuasaan agar tidak terjadi perang saudara.
Acara pembekalan ini dilanjutkan dengan pemberian bantuan secara simbolis mobil ambulance oleh Ketua Bapilu Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo kepada Ketua DPD Bengkulu, yang turut disaksikan oleh Wakil Ketua Bapilu Partai Hanura Arya Sinunlingga, Wakil Bendahara Umum Partai Hanura Beny Prananto serta Ketua DPP Partai Hanura Dr. Berliana Kartakusuma.
"Pemberian ambulance ini dimaksudkan agar rakyat dapat menikmati fasilitas yang disediakan oleh Partai Hanura dalam mengurangi bebannya ketika mengalami musibah," demikian Hari Tanoe.
[ysa]
BERITA TERKAIT: