Menkop Janji Pemerintah Stabilkan Harga Kedelai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Sabtu, 14 September 2013, 19:59 WIB
Menkop Janji Pemerintah Stabilkan Harga Kedelai
sjariefuddin hasan
rmol news logo Usai berceramah di hadapan 2.500 mahasiswa IAIN Walisongo Semarang, Menteri Negara Koperasi dan UKM, Sjariefuddin Hasan mengunjungi dan berdialog dengan perajin tahu tempe di Jalan Wiroto Raya Nomor 28, Kelurahan Krobokan, (Sabtu, 14/9).

Dalam kesempatan itu, Sjarief mendengarkan keluhan perajin tempe Mugiyanto terkait melonjaknya harga kedelai.

Mugiyanto berharap pemerintah segera menstabilkan harga bahan baku tahu tempe tersebut. Karena kenaikan harga kali ini lebih parah dibanding saat krisis moneter pada tahun 1998 lalu. Saat itu, meski ada kenaikan, harga hanya berkisar Rp 8 ribu per kilogram. Sementara saat ini tembus Rp 9 ribu bahkan Rp 10 ribu.

"Sudah 20 tahun saya perajin tempe. Kenaikan parah sudah dua kali. Pertama saat krisis tahun 1998. Tapi ini lebih parah," kata Mugiyanto di rumah produksi tempenya.

Akibat kenaikan harga kedelai, setidaknya 40 perajin tempe di kelurahan Krobokan sempat mogok produksi, bahkan di antaranya ada yang beralih profesi. "Kami harapkan pemerintah bisa menstabilkan harga kembalu," tekannya lagi.

Sesudah meninjau langsung hingga tiga produksi perajin tempe dan tahu di sekitar lokasi itu, Sjarief juga menggelar dialog interaktif dengan para perajin. Dalam dialog itu, Sjarief menegaskan, pemerintah sudah menugaskan Badan Urusan Logistik (Bulog) melalui Keputusan Presiden (Keppres) untuk melakukan impor supaya harga di pasaran lebih stabil. Kebijakan itu diharapkan bisa mengendalikan harga kedelai.

Saat ini harga yang sudah ditentukan pemerintah yaitu Rp 8.490 per kilogram ditambah ongkos kirim. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA