Pertemuan yang dilakukan di New York, AS tersebut mendiskusikan rencana penyusunan resolusi yang akan diberlakukan terhadap Suriah.
"Diskusi hari ini membantu untuk melancarkan jalan untuk pertemuan besok (Kamis 12/9)," ujar salah satu perwakilan diplomat seperti yang dilansir oleh Reuters (Kamis, 12/9).
Sementara itu, diplomat lainnya mengatakan bahwa pertemuan tersebut belum akan menghasilkan resolusi akhir, melainkan untuk melakukan konsolidasi awal.
"Belum benar-benar membahas rancangan resolusi," ujarnya.
Para diplomat mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut telah ada rancangan lainnya sebagai upaya menemukan kesepakatan yang sama mengenai tindakan yang akan dilakukan terhadap Suriah. Rancangan tersebut akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan di Genewa.
Konsep awal yang diusulkan Perancis mengenai resolusi terhadap Suriah telah ditolak oleh Rusia. Konsep tersebut mendesak Suriah untuk menyerahkan seluruh persenjataan yang dimilikinya, jika tidak maka Suriah akan menghadapi langkah-langkah hukum bahkan militer.
Sebagai gantinya, Rusia mengajukan usulan lain yang serupa, yakni meminta Suriah menyerahkan senjata kimia yang dimilikinya kepada pengawasan internasional. Usulan Rusia tersebut dilakukan dengan cara yang lebih halus dan tidak menggunakan paksaan. Usulan tersebut telah diterima dan disetuji oleh Suriah.
Usulan Rusia tersebut kemudian dipertimbangkan oleh AS, sehingga rencana pemungutan suara di tingkat legislatif AS untuk melancarkan tindakan militer terhadap Suriah ditunda.
[ysa]
BERITA TERKAIT: