
Penembakan Bripka Sukardi di depan gedung KPK Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tadi malam dinilai beberapa kalangan juga sebagai pesan kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Tapi, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane, tidak melihat hal tersebut. Menurutnya, pemilihan tempat itu hanya kebetulan.
"Sepertinya tidak terkait. Ini hanya kebetulan saja lokasi penembakannya disitu. Mungkin karena lebih sepi," ujar Neta kepada
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 11/9).
Menurut Neta, terkait penembakan Bripka Sukardi di depan gedung KPK tersebut, polisi perlu mencermati adanya persaingan dalam "bisnis jasa pengamanan dan pengawalan" antara oknum aparat maupun yang melibatkan preman.
Sementara itu, Ketua KPK Abraham Samad menegaskan penembakan itu tak akan mempengaruhi kinerja mengungkap kasus-kasus korupsi.
"Seluruh insan KPK harus kerja profesional, tanpa ada rasa takut, karena sejak awal sudah mewakafkan dirinya untuk berantas korupsi. Insya Allah nggak pengaruh," kata Abraham Samad.
Dia juga juga tidak pernah berpikiran aksi penembakan itu merupakan sinyal atau peringatan kepada KPK untuk tidak mengungkap kasus-kasus korupsi. "Sementara belum (berpikir) ke sana (ada pesan kepada KPK). Mudah-mudahan ini pesan cinta," sebutnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: