Informasi dari saksi, sebelum ditembak, Bripka Sukardi, ada sepeda motor yang memepet motor korban. Setelah itu, pengendara motor itu menembak korban sehingga jatuh.
"Kemudian dilanjutkan dengan penembakan kedua dan ketiga, akhirnya korban tewas di tempat," kata Kebid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di Jakarta, Rabu (Rabu, 11/9).
Rikwanto menambahkan bahwa KPK mempersilakan polisi untuk mengakses rekaman
closed circuit television (CCTV) di sepanjang Jl HR Rasuna Said yang memungkinkan melihat pelaku sebelum dan setelah penembakan.
"Korban mendapatkan luka tembak di dada, perut dan bahu dan saat ini korban sudah divisum, rencananya jenazah siang ini akan dimakamkan di Rawamangun Jakarta Timur di dekat rumah keluarga," jelas Rikwanto.
Rikwanto mengungkapkan hal tersebut di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat tim gegana mengolah TKP untuk mencari proyektil. "Dalam olah TKP kami temukan 3 selongsong peluru, 1 bullet, dari selongsong kami bisa pastikan jenis senjatanya adalah pistol," ungkap Rikwanto.
Namun polisi belum dapat memastikan hal tersebut merupakan perbuatan teror.
"Olah TKP masih terus dilaksanakan, terkait dengan sudut tembakan, di mana kira-kira proyektil yang lainnya, untuk motif, kami belum bisa menggambarkan yang jelas ini perbuatan teror, untuk motif lain, senjata yang bersangkutan diambil oleh pelaku," ungkap Rikwanto seperti dikutip dari
Antara.
Pada pukul 11.00 WIB, KPK sudah membuka garis polisi di TKP dan membolehkan kendaraan melewati jalur lambat di Jl. HR Rasuna Said.
[zul]
BERITA TERKAIT: