Karena itu, penembakan terhadap Bripka Sukardi tadi malam tentu menghadirkan keresahan sosial. Dan penembakan itu memberikan pesan yang terang benderang kepada publik bahwa kita saat ini berada dalam darurat keamanan.
"Kekuranghadiran negara menciptakan keamanan warganya pelanggaran konstitusi," tegas Maneger Nasution (Rabu, 11/9).
Tadi malam Bripka Sukardi tewas ditembak di jalur lambat depan kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan oleh orang tak dikenal. Dia ditembak saat mengawal enam truk membawa material baja dan besi, akan digunakan untuk pembangunan Tower Rasuna, di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Hal itu sebagaimana tulisan yang ditempel pada baja yang kini masih berada di atas truk di lokasi penembakan Bripka Sukardi.
Pada kertas itu tertulis "Project Name : Rasuna Tower, Jakarta, Destination Tanjung Priok Port, Jakarta". Disitu juga tertulis "Gross Weight : 1045 KGS". Setiap truk mengangkut sekitar sepuluhan batang baja.
[zul]
BERITA TERKAIT: