Seperti yang dilansir oleh
CNN, Rusia mengusulkan agar Suriah menyerahkan seluruh senjata yang dimiliknya di hadapan pengawas PBB. Dengan demikian, opsi militer tidak perlu lagi digunakan.
Lebih lanjut, Obama mengatakan bahwa dirinya akan melanjutkan pembicaraan tersebut dengan Presiden Vladimer Putin dan akan segera mengirim Menteri Luar Negeri John Kerry untuk bertemu dengan Meneteri Luar Negeri Sergey Lavrov di Genewa, Swiss pada hari Kamis menadatng (12/9).
Amerika Serikat juga akan memberikan kesempatan kepada inspektur PBB untuk melaporkan hasil temuannya terkait penggunaan senjata kimia berbahasa yang diklaim AS telah digunakan rezim Bashar Assad pada penyerangan tanggal 21 Agustus lalu.
"Sementara itu, saya telah memerintahkan militer kita untuk menjaga sikap mereka untuk menjaga tekanan pada Assad dan untuk berada pada posisi untuk merespon jika diplomasi gagal," jelas Obama pada Selasa kemarin (10/9).
Menyusul keputusan Obama tersebut, Pemimpin mayoritas Senat di Parlemen AS, Harry Reid pada Selasa kemarin (10/9) telah membatalkan agenda pengarahan untuk semua anggota senat yang sebelumnya dijadwalkan akan dilangsungkan pada hari Rabu ini (11/9).
"Hal ini penting untuk dilakukan secara baik, dan bukan secara cepat," ujarnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: