Menurut pengamat komunikasi politik dari Universitas Parahyangan (Unpar), Asep Warlan Yusuf, sikap Megawati ini bisa dipahami. Ada alasan mengapa Megawati tetap tidak mengumumkan capres meskipun ada usulan dari berbagai daerah untuk mengusung Jokowi.
"Megawati mau menjaga soliditas partai," kata Asep Warlan Yusuf kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 10/9).
Mungkin saja, ungkap Asep, Megawati sebenarnya juga sudah setuju dengan usulan daerah untuk mengusung Jokowi. Hal ini bisa dilihat dari berbagai sinyal yang dikirimkan kepada kader.
Namun, lanjutnya, Megawati tetap waspada agar otoritas di tubuh partai tetap satu. Sebab bila justru sejak awal sudah mengumumkan Jokowi menjadi capres maka bisa jadi ada matahari kembar antara dirinya dengan Jokowi.
"Sebagai orang yang memegang tardisi Jawa, Megawati mau kewenangan ada di satu orang. Semacam Mega centris," demikian Asep.
[ysa]
BERITA TERKAIT: