Paus Fransiskus Surati Putin agar Pemimpin Dunia Tinggalkan Solusi Militer yang Sia-sia di Suriah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 06 September 2013, 10:02 WIB
Paus Fransiskus Surati Putin agar Pemimpin Dunia Tinggalkan Solusi Militer yang Sia-sia di Suriah
paus fransiskus/net
rmol news logo . Paus Fransiskus mendesak pemimpin dunia yang hadir dalam pertemuan G20 di St Petersburg untuk mengatasi perbedaan pandangan Suriah dengan cara-cara damai. Paus pun mendesak pemimpin-pemimpin dunia itu untuk meninggalkan "solusi militer yang sia-sia" di Suriah.

Dalam suratnya yang ditujukan bagi Presiden Rusia Vladimer Putin itu, pemimpin dari 1,2 miliar umat Katholik Roma ini menegaskan kembali posisinya yang menentang segala macam bentuk intervensi militer. Ia menulis bahwa konflik bersenjata membuat perpecahan dan luka mendalam, serta membutuhkan bertahun-tahun untuk menyembuhkannya.

Paus, sebagaimana dilansir The Guardian (Kamis, 5/9), mengirim surat kepada Putin dalam kapasitasnya sebagai Presiden Rusia dan juga tuan rumah dari Pertemuan G-20. Dalam surat itu, Paus juga menuliskan penyesalannya terhadap konflik Suriah yang terjadi akibat adanya kepentingan sepihak.

"Sangat disesalkan bahwa sejak awal konflik di Suriah, kepentingan sepihak telah menang, dan pada kenyataannya menghambat pencarian solusi untuk menyelesaikan pembantaian yang sekarang sedang berlangsung," tulis Paus.

Di antara pemimpin negara-negara yang berkumpul dalam pertemuan G-20 itu adalah Perdana Menteri Inggris David Cameron, Presiden Cina XI Jinping dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Obama sendiri sudah merencanakan penyerangan terbatas terhadap Suriah.
 
Pertemuan G-20 tersebut secara resmi tidak membahas agenda terkait Suriah. Namun Paus mendesak para pemimpin dunia untuk melihat konflik, termasuk yang terjadi di Suriah saat ini, sebagai salah satu hambatan pembangunan ekonomi.

"Tanpa perdamaian, tidak ada bentuk pembangunan ekonomi. Kekerasan tidak pernah melahirkan perdamaian, kondisi yang diperlukan untuk pembangunan," demikian Paus. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA