"Mengingat berbagai opsi, kami telah membahas berbagai biaya yang diperkirakan mencapai puluhan juta dolar," kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Chuck Hagel, dalam panel dengan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS.
Sementara itu, dalam panel kedua dengan para anggota Senat, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry mengklaim bahwa negara-negara Arab telah menawarkan dana operasional jika Amerika Serikat pada putusan akhir, akan menyerang Suriah.
"Mereka (negara-negara Arab) menawarkan dana operasional serangan tersebut." ujar Kerry.
Seperti yang dikutip dari
Reuters (Kamis, 5/9), Amerika Serikat mengklaim bahwa rencana serangan militer yang akan dilakukan terhadap Suriah tersebut bukan ditujukan untuk
pin prick atau serangan merusak Suriah, melainkan untuk mengurangi pengaruh militer Bashar Assad.
"Ini akan menjadi serangan yang signifikan dan mengurangi kapasitasnya (Assad)," ungkap Hagel kepada anggota parlemen dalam panel.
Panel Senat tersebut memutuskan untuk mengarahkan militer ke Suriah. Keputusan panel itu akan segera dibawa ke sidang penuh Senat untuk selanjutnya dibahas di Kongres.
Namun rencana Amerika Serikat tersebut mendapat tentangan dari banyak negara. salah satu negara yang tegas menolak rancangan tersebut adalah Rusia. Rusia menolak mendukung rencana tersebut, karena alasan Amerika Serikat menyerang Suriah tidak mendasar. Menurut Rusia, Amerika Serikat tidak mampu membuktikan bahwa rezim Assad telah menggunakan senjata kimia berbahaya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: