Semakin Jelas Gita Wirjawan Terlihat Panik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 05 September 2013, 06:34 WIB
Semakin Jelas Gita Wirjawan Terlihat Panik
gita wirjawan/net
rmol news logo . Solusi Menteri Perdagangan Gita Wirjawan untuk mengatasi krisis pangan, terutama krisis kedelai, dengan cara menghapuskan semua hambatan impor dan membebaskan komoditi tersebut masuk ke Indonesia patut dikritisi serius.

Apalagi kebijakan yang tergantung pada impor ini sudah dikritik banyak kalangan, baik produsen tempe dan tahu mapun sejumlah ekonom dan pemerhati pangan.

"Dan sebelum kisruh soal kedelai ini, publik juga sudah menyaksikan bagaimana pemerintah gagap dalam mengatasi krisis kebutuhan pangan lainnya dari daging sapi, bawang, cabe hingga garam," kata Direktur Indonesia Economic Development Studies (IEDS), Tjandra Irawan, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 5/9).

Menurut Tjandra, solusi yang ditawarkan Gita ini bersifat instan dan reaksioner tanpa visi perencananan yang jelas terkait arah kebijakan perdagangan dan pertanian Indonesia. Dan ini semakin menjelaskan pada publik bahwa Gita Wirjawan dan Tim Ekonomi kabinet SBY-Boediono saat ini mengambil kebijakan dalam keadaan panik.

Padahal, lanjutnya, fakta bahwa krisis ekonomi yang melanda Indonesia saat ini salah satunya diakibatkan defisit neraca antara ekspor dan impor. Hingga periode Januari-Juni 2013, defisit neraca keuangan mencapai sekitar 3 miliar dolar AS.

Nilai impor periode itu mencapai 94,36 miliar dolar AS, sedangkan ekspor hanya mencapai 91,05 miliar dolar AS.  Adapun nilai tukar rupiah semakin anjlok pada posisi Rp 11.474 per dolar AS. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA