Demikian ditegaskan Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) Rizal Ramli (Senin malam, 2/9).
“Kita bisa lihat bagaimana KPK menyelesaikan kasus Migas. Apakah sampai ke Menterinya? Kalau berani, berarti Abraham Samad akan berani menyentuh yang lainnya. Ini semua seperti aliran sungai kecil-kecil yang masuk ke sungai besar dan akhirnya bermuara ke ‘istana hitam’. Kalau Bung Abraham Samad dengan KPK-nya mau mendengarkan suara rakyat yang menginginkan kejelasan kasusnya, tentu dia akan menuntaskannya,†kata Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid ini.
Terkait ‘aliran sungai-sungai kecil’ yang ujungnya ke ‘istana hitam’ tersebut, Rizal Ramli berharap KPK benar-benar menelusurinya dengan baik.
Karena itu, KPK jangan hanya sibuk bertanya-tanya seputar perempuan-perempuan cantik di sekeliling Fathanah, terdakwa kasus suap pengurusan izin impor daging sapi, seperti halnya pada kasus mafia Migas.
"Tidak lucu ada jatah minyak mentah untuk pemerintah yang dijual lagi ke trader. Nanti trader atau broker yang kemudian dijual lagi ke Petral. Dari sini Petral menjual kembali ke Pertamina. Kenapa tidak langsung dijual ke Pertamina? Sistem ini benar-benar merugikan negara dan rakyat Indonesia. Semua ini tidak mungkin bisa terjadi tanpa ada dukungan dari kekuasaan. Ada peran ‘istana hitam†di balik semua ini," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: