Keributan bermula saat penumpang kesal atas lamanya penundaan keberangkatan.
"Keributan penumpang di bandara Cengkareng tidak perlu terjadi jika pihak operator (Lion Air) dapat menginformasikan secara jelas dan transparan kepada penumpang terhadapt lamanya delay yang akan terjadi sehingga penumpang merasa diperhatikan dan ada kepastian," ujar anggota Komisi V DPR Saleh Husin dalam pesan singkat (Senin, 2/9).
Dalam amatan Ketua DPP Partai Hanura ini, masalah penundaan kerap terjadi di maskapai yang memiliki tagline "We Make People Fly" ini. Karena itu, dia menyarankan agar ada perubahan sistem penjadwalan.
"Hal ini harus menjadi koreksi pihak maskapai dalam pembenahan ke depan agar hal seperti ini tidak terulang kembali. Masalah delay sudah sering terjadi pada Lion Air. Untuk itu perlu ada pembenahan ulang sistem penjadwalan pemberangkatan," tandasnya.
Tadi malam, ratusan penumpang Lion Air tujuan Makassar melakukan aksi protes di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Minggu (1/9). Musababnya adanya tertundanya pemberangkatan selama enam jam tanpa keterangan yang jelas dari pihak maskapai.
"Pesawat kami JT 784 mestinya berangkat ke Makassar 18.25 WIB. Tetapi sampai pukul 23.00 Wita, belum ada kejelasan keberangkatan," kata Haris Sulaiman, seperti dilansir
JPNN.
Lantaran kesal dengan penundaan penerbangan yang tidak jelas, ratusan penumpang terpaksa "menyandera" salah seorang manajer Lion Air. Jadwal penerbangan yang mengalami penundaan dari Bandara Soekarno Hatta adalah tujuan Makassar, Surabaya, Jambi, dan Denpasar.
"Ada sekitar 500 orang yang terlantar di sini. Yang buat kesal penumpang adalah manager Lion Air tidak bisa memberikan penjelasan mengapa pesawat bisa
delay," kata Haris Sulaiman, salah seorang calon penumpang tujuan Makassar.
[zul]
BERITA TERKAIT: