"Menjadi politisi adalah menjadi pejuang untuk menciptakan kesejahteraan rakyat, bukan semata untuk kepentingan partai atau golongannya semata" kata politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 2/9).
Pesan Sabam ini terkait agenda PDI Perjuangan yang akan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pada akhir pakan ini di Jakarta. Sabam sendiri hadir dan diundang sebagai pendiri Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada tahun 1973, sebelum berubah menjadi PDI Perjuangan.
Karena sudah banyak politisi muda PDI Perjuangan yang muncul dan berkualitas, Sabam tak mau bicara lebih detail soal masukan pada acara rakernas tersebut. Sabam hanya mengingatkan kembali bahwa politik itu suci.
"Mengapa politik itu suci? Politik itu suci adalah pernyataan Bung Karno. Sebab merebut, memperjuangkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu adalah politik. Maka politik itu suci. Politik tidak kotor sebagaimana perkataan banyak orang. Politik itu suci, yang kotor itu politisinya," ungkap Sabam, yang juga menulis buku dengan judul
Politik Itu Suci.Secara umum, Sabam mengingatkan lagi kepada politisi PDI Perjuangan bahwa politik itu adalah perjuangan mewujudkan Indonesia sebagaimana cita-cita kemerdekaan.
"Itu garis besarnya. Rinciannya ya silakan politisi muda merincinya dalam program lima tahunan, atau yang masuk Senayan menjadi anggota DPR silakan merinci sehingga lahir-lahir UU yang benar-benar mencerminkan kedaulatan dan kemerdekaan," demikian Sabam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: