Acara diadakan secara bertahap setiap bulannya. Untuk bulan Agustus ini pelatihan diberikan kepada para pemuda di provinsi Sulteng dan NTB.
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Alfitra Salam mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan kader pemuda yang memiliki kapasitas menjadi pelatih dan mengelola pelatihan karakter pemuda di daerahnya masing-masing. “Kita memerlukan pemuda yang berkarakter untuk membangun bangsa ini,†ucap Alfitra dalam keterangan pers, Jumat (30/8).
Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Amung Mamun mengungkapkan keprihatinanya terhadap persoalan yang melanda generasi muda Indonesia. “Saya khawatir luar biasa terhadap permasalahan generasi muda kita, yang harus segera diselesaikan.â€
Permasalahan itu, urainya, adalah menurunnya moralitas dan nilai agama. Masyarakat timur yang dikenal kuat memegang teguh agamanya, kita sekarang prihatin melihat semakin merosot nilai tersebut. “Banyak pelaku radikal dan teroris itu adalah dari anak-anak muda yang dimanfaatkan dengan dalil agama,†ungkapnya.
Selain itu, di kalangan pemuda meningkat tindak kriminalitas dan perilaku menyimpang, mulai dari pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan Narkoba. Dia mencontohkan, kekerasan yang terjadi di masyarakat banyak yang melibatkan para pemuda. “Pemuda yang kerap berjiwa labil mudah dimanfaatkan untuk kepentingan golongan tertentu,†tegasnya.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang organisasi dan bidang, seperti dari Karang Taruna, Purna Paskibraka, KNPI, HMI, Badan Eksekutif Mahasiswa, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pemuda Nahdlatul Wathan (IPNW), Pemudi Gereja Mataram, Hikmah Budhis.
[zul]
BERITA TERKAIT: