Abaikan Hari Maritim Merupakan Pengkhianatan pada NKRI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 20 Agustus 2013, 11:57 WIB
Abaikan Hari Maritim Merupakan Pengkhianatan pada NKRI
ilustrasi/net
rmol news logo . Sejarah mencatat tanggal 21 Agustus diperingati sebagai Hari Maritim Nasional. Hal ini mengacu pada sejarah bahwa tanggal 21 Agustus 1945 kekuatan tentara laut Indonesia berhasil merebut kekuatan laut dari tentara Jepang. Namun sayangnya, Hari Maritim hanya diketahui segelintir orang saja.

Indonesia Maritime Institute (IMI) menilai setiap tahun, tanggal 21 Agustus berlalu begitu saja tanpa ada tanda-tanda sebagai sebuah hari yang miliki nilai sejarah yang tinggi dan sangat strategis bagi negara ini.

"Hari itu bukan hanya sekedar memenangkan pertempuran di laut melawan penjajah, tapi implikasinya pada kondisi geografis NKRI sebagai negara kepulauan terbesar di dunia patut mendapatkan tempat yang terhormat dalah kehidupan berbangsa" kata Direktur IMI, Y Paonganan, beberapa saat lalu (Selasa, (20/8).

Paonganan menambahkan, kemenangan tentara laut Indonesia melawan kekuatan Jepang saat itu, tentu harus menjadi sebuah kebanggaan bangsa yang sejak dahulu kala dikenal sebagai bangsa maritim yang jaya, namun mengalami degradasi visi maritim selama 350 tahun di jajah Belanda.

"Dengan kekuatan senjata yang memadai, saat itu mampu mengalahkan Jepang yang memiliki persenjataan hebat. Kemenangan ini sebagai simbol dari kehebatan bangsa maritim dalam menguasai lautan," tegasnya.

Indonesia Maritime Institute (IMI), ungkap Paonganan, menyayangkan kondisi ini, dan dengan tegas mengatakan bahwa mengabaikan Hari Maritim Nasional sebagai penghianatan terhadap NKRI.

"Kami menghimbau seluruh rakyat Indonesia dan pemerintah untuk menjadikan Hari Maritim Nasional sebagai sebuah momentum besar bagi Indonesia, dan menjadikannya momentum untuk kembali menjadikan bangsa ini sebagai bangsa maritim yang mampu menguasai dunia," tegasnya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA