Karena itu, kata Ketua Umum Serikat Kerakyatan Indonesia (Sakti), Standarkiaa Latief, kepemimpinan nasional hasil Pemilu 2014 harus merefleksikan tuntutan perubahan dan perbaikan Indonesia menjadi lebih baik. Karena itu pula, dibutuhkan revitalisasi kepemimpinan nasional yang lebih progresif, berkarakter dan visioner.
"Kepemimpinan nasional ke depan harus mampu meningkatkan kualitas demokrasi yang lebih substansial sebagai capaian mutlak, yaitu pemerataan hasil-hasil pembangunan ekonomi," kata Standarkiaa Latief saat dihubungi wartawan beberapa saat lalu (Senin, 19/8).
Visi tersebut, lanjut Standarkiaa, melekat kuat dalam perjuangan aktifis gerakan pro demokrasi sejak dekade 80-an. Karena itu, Jumhur Hidayat, yang muncul dari generasi di era tersebut sangat tepat maju sebagai kandidat dalam konvensi Partai Demokrat dalam waktu dekat ini.
"Konvensi PD nanti sepatutnya memphatikan hal tersebut jika ingin memperbaiki citranya ke depan," ungkap Standarkia.
Standarkiaa pun menambahkan bahwa Konvensi ini harus terbebas dari kooptasi patronase politik yang sangat feodal. Hal ini penting dan sangat mendasar bila Demokrat ingin membuktikan bahwa konvensi sungguh-sungguh sebagai ajang untuk menjaring kandidat bervisi pembaharuan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: