Demikian disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Muhammad Najib, beberapa saat lalu (Sabtu, 17/8).
Najib sendiri, besok, akan tebang ke Yaman untuk menghadiri Simposium Nasional yang digelar Persatuan Pelajar Indonesia(PPI) Yaman. Selain mengundang pembicara dari Indonesia, PPI juga mengundang para tokoh dan ulama Yaman.
Soal kondisi Yaman, Najib melanjutkan, pemerintah pusat di San'a tidak sepenuhnya bisa mengontrol wilayahnya. Sebab banyak tempat di Yaman yang dikendalikan oleh kepala suku. Di saat yang sama, pemberontakan suku Houthi dan kelompok Al Qaeda juga terus berlangsung.
"Yaman ibarat bom yang setiap saat bisa meledak karena penduduk sipil boleh memiliki senjata," kata Najib, yang juga mantan Sekum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.
Najib juga mendapat keterangan dari Dubes Yaman di Jakarta bahwa jumlah senjata di Yaman sudah lebih banyak dari jumlah penduduknya. Bahkan beberapa kelompok masyarakat bukan hanya menyimpan senjata ringan melainkan juga senjata berat. Sementara itu, check point berdiri dimana-mana, dengan penjaga tergantung dari pihak yang berkuasa di wilayah itu.
"Tidak mudah bagi Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi sebagai Presiden Sementara memimpin Yaman dalam melewati masa transisi," demikian Najib.
[ysa]
BERITA TERKAIT: