BOM VIHARA EKAYANA

PDI Perjuangan: Pemerintah Gagal Memobilisasi Publik dalam Upaya Deradikalisasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 05 Agustus 2013, 07:58 WIB
PDI Perjuangan: Pemerintah Gagal Memobilisasi Publik dalam Upaya Deradikalisasi
ilustrasi/net
rmol news logo . Pemberantasan teroris bukan hanya tanggung jawab aparat semata melalui upaya-upaya represif, tapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat. Tanggung jawab ini terutama dalam hal upaya-upaya deradikalisasi.

Berdasarkan pengamatan selama ini, Wakil Ketua Komisi I, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menilai pemerintah telah gagal dalam upaya memobilisasi publik dalam upaya deradikalisasi. Kegagalan itu terindikasikan dari  tidak bergeraknya kementrian terkait seperti Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Informasi serta Kementerian Luar Negeri.

"Indikasi lain, lemahnya kordinasi antara aparat intelejen di semua lini , dan kurang fokusnya misi adan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT). Sementara regenerasi di lingkungan teroris sangat menghawatirkan kita semua," kata TB Hasanuddin, yang merupakan politisi PDI Perjuangan, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 5/8).

Soal bom di Vihara Ekayana Kebon Jeruk pada Minggu lama tadi (4/8), ungkap TB Hasanuddin,  hal ini patut dianalisa lebih serius oleh aparat polisi dan BNPT . Menurut TB Hasanuddin, ledakan bom ini cukup menarik bila dilihat dari sasarannya. Teroris mulai mengembangkan target lain yang berbeda.

Sebelumnya, target terorisme adalah gereja sebagaimana bom-bom sebelumnya di Jakarta. Kemudian target terorisme adalah kelompokkelompok kepentingan asing sebagaimana bom Bali 1 dan bom Bali 2, kedutaan asing dan lain-lain. Berlanjut, target terorisme adalah aparat polisi sebagaimana terlihat dari bom Cirebon dan bom Solo

"Sekarang Vihara yang menjadi target," kata TB Hasanuddin, yang juga mantan Sekretaris Militer Presiden

Hal lain yang juga menarik dianalisa, lanjut TB Hasanuddin, target terorisme pun berubah lebih masif, yaitu target personil dengan ramuan gotri . TB Hasanuddin pun yakin pelakunya adalah teroris dari kelompok yang sama dengan sebelumnya atau setidaknya merupakan hasil "pelatihan" baru. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA