"Tol Ungaran-Bawen tersebut dapat dibuka aman bagi pengguna," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol A.Gani Ghazali Akman, di Jakarta, (Rabu, 31/7).
Ia berpesan agar petugas disiapkan pada saat pelaksanaannya sehingga dapat memberikan bantuan atau arahan bila terdapat hambatan pada saat penggunaannya. Ia juga meminta agar PT Trans Marga Jateng selaku pengelola jalan tol itu juga menyiagakan alat berat untuk mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak terduga.
Setelah selesainya arus mudik dan balik lalu lintas kendaraan lebaran, kata Gani seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet RI, Tol Ungaran-Bawen akan ditutup kembali sampai selesainya konstruksi dan diterbitkannya sertifikat laik operasi.
Proyek Jalan Tol Semarang-Solo sepanjang 72,64 km ini dikelola oleh PT Trans Marga Jateng, perusahaan patungan antara PT Jasa Marga Tbk (60%) dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (40%). Tol dengan investasi sekitar Rp. 6,011 triliun terbagi menjadi dua tahap yakni ruas Semarang-Bawen dan Bawen-Solo.
Menteri PU Djoko Kirmanto saat meninjau jalan tol ini beberapa waktu lalu, berharap ruas tol Ungaran-Bawen itu bisa dipakai secara gratis untuk kendaraan kecil pada arus mudik dan balik, meski hanya satu jalur.
Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Adityawarman optimistis dan berharap dapat dukungan doa dari masyarakat untuk melaksanakannya.
"Semoga cuaca mendukung, sehingga saat arus mudik, ruas ini bisa membantu karena jarak 11 km Bawen-Ungaran bisa ditempuh sekitar 15 menit atau jauh dibanding jalur normal sekitar satu jam. Kita harapkan hujan tidak datang secara berturut," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: