Pasalnya, calon penumpang tersebut tidak taat aturan. Meski memang sebenarnya,hal itu disebabkan Stasiun Pasar Senen memiliki gedung loket baru. Semenjak adanya gedung loket, baru para calon penumpang sering tidak mematuhi aturan pintu masuk dan keluar loket.
Karena itu, sesekali dirinya juga menerangkan kepada penumpang ihwal jalur kereta. Bahkan, dia juga sempat menegur sesama aparat.
"Kebanyakan penumpang pada nyari jalan pintas. Padahal sudah ada tulisannya ini pintu keluar. Susah dibilangin. Kesadarannya kurang. Tadi tuh anggota sudah dibilang juga masih mau menang sendiri," ungkap Iswadi saat ditemui di pintu keluar loket antrean (Senin, 29/7).
Gedung loket pembelian karcis yang baru itu telah ditempel arah masuk dan keluar. Tujuannya agar calon penumpang lebih tertib dan mencegah tindak kriminal seperti pencopetan.
"Ini baru sedikit. Gimana nanti jelang Lebaran. Makin ricuh kalau penumpang masuk dari pintu keluar. Rawan copet juga kan," ujarnya.
Pantauan
Rakyat Merdeka Online, calon penumpang yang masuk melalui pintu Jalan Stasiun Senen bisa langsung melihat loket pembelian karcis dan pintu masuk loket yang telah dilengkapi oleh pendingin ruangan.
Loket baru tersebut terdiri dari 20 loket yang memiliki fungsi masing-masing. Loket 1-2 digunakan untuk penumpang KRL Commuterline, loket 3, 4 dan 5 untuk
penumpang yang akan membatalkan tiket dan menjadwal ulang.
Loket 6-10 fungsinya untuk pemesanan karcis. Loket 11-13 melayani pembelian tiket KA jarak jauh untuk pemberangkatan langsung. Loket 14 untuk yang berkaitan terhadap bagasi penumpang atau tempat penukaran uang.
Sedangkan loket 15-20 untuk pencetakan karcis keberangkatan. Calon penumpang yang telah membeli karcis kereta api baik commuter line maupun karcis kereta jurusan luar kota Calon bisa keluar melalui pintu di sebelah Timur pintu masuk.
Sementara, untuk calon penumpang yang masuk melalui Jalan Kramat Bundet harus berjalan kurang lebih 200 meter untuk menuju gebung loket karcis yang baru.
[zul]
BERITA TERKAIT: