"Ini negara kelola anggaran APBN senilai Rp1800 triliun kurang lebih, bahaya kalau dibahas oleh parlemen korup," tegas Ketua DPN Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Wanto Sugito (Minggu, 28/7).
"Sebagai mantan aktivis yang pernah menjatuhkan rezim Soeharto, saya bertekad uang negara harus dikembalikan kepada rakyat dengan mengembalikan ke konstituen di dapil dalam bentuk kebijakan pro rakyat," sambung aktivis mahasiswa '98 ini.
Politikus muda PDI Perjuangan ini maju sebagai calon anggota DPR RI dari dapil Banten III (Tangerang Raya) dengan nomor urut 10. Untuk lolos ke Senayan, Sekjen Ikatan Alumni UIN Jakarta ini tak peduli mendapat nomor urut buncit.
"Kita buat sejarah baru, dari 77 dapil se- Indonesia, Banten III bisa meloloskan nomor urut 10 ke Senayan," ungkapnya optimistis.
Makanya, untuk memuluskan tekadnya tersebut, Wanto saat ini tengah memperkuat agenda blusukan ke masyarakat Tangerang Raya agar tahu kondisi persoalan riil yang ada. Sehingga begitu diberi kesempatan masuk Senayan, dirinya memahami betul persoalan Tangerang yang harus diperjuangkan dari pusat.
Pengamat politik Universitas Trisakti Adilsyah Lubis menilai apa yang dilakukan aktivis 98 Wanto Sugito dalam pencalegannya sudah benar.
"Dia sudah benar, sekarang blusukan saja dulu sekalian acak mendata calon relawan penggerak TPS-nya. Feeling saya dia akan masuk Senayan. Saya kenal lama dengan dia sejak masih aktivis di UIN Ciputat," ujar Adilsyah yang bermukin di Rengas, Ciputat Timur, Tangsel ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: