Investor Garam Asal Korea Batal Nanam Investasi di Lombok Timur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 26 Juli 2013, 07:53 WIB
Investor Garam Asal Korea Batal <i>Nanam</i> Investasi di Lombok Timur
ilustrasi/net
rmol news logo . Gara-gara kepemilikan dan harga lahan yang tidak jelas dan simpang siur, investor asal Korea batal berinvestasi garam di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (TNB).

"Dibatalkannya rencana investasi itu karena di lapangan muncul banyak permasalahan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikananan (DKP) Lotim, Suryanggana, sebagimana dilansir entebebagus.com (Kamis, 25/7).

Menurut Suryanggana, pengusaha Korea itu sudah melakukan survei lapangan sebelum menanam investasi. Di lapangan ternyata banyak persoalan, termasuk ada sejumlah orang yang mengklaim kepemilikan lahan. Selain itu, harga lahan yang ditawarkan pun tiba-tiba naik tiga kali lipat.

Namun demikian, lanjut Suryanggana, rencana pembangunan industri garam di Lotim akan terus berlanjut, dan diambilalih oleh pemerintah pusat. Program ini dijadwalkan akan mulai berjalan pada tahun 2014 mendatang.

"Rencana lokasi lahan industri garam di wilayah selatan Lombok Timur seluas 1.300 hektar," terangnya.

Potensi garam di Lotim sangat menjanjikan. Dan ke depan, garam asal Lotim ini bukan hanya bisa dijadikan garam beryodium tetapi juga dijadikan garam diet. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA