"Dibatalkannya rencana investasi itu karena di lapangan muncul banyak permasalahan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikananan (DKP) Lotim, Suryanggana, sebagimana dilansir
entebebagus.com (Kamis, 25/7).
Menurut Suryanggana, pengusaha Korea itu sudah melakukan survei lapangan sebelum menanam investasi. Di lapangan ternyata banyak persoalan, termasuk ada sejumlah orang yang mengklaim kepemilikan lahan. Selain itu, harga lahan yang ditawarkan pun tiba-tiba naik tiga kali lipat.
Namun demikian, lanjut Suryanggana, rencana pembangunan industri garam di Lotim akan terus berlanjut, dan diambilalih oleh pemerintah pusat. Program ini dijadwalkan akan mulai berjalan pada tahun 2014 mendatang.
"Rencana lokasi lahan industri garam di wilayah selatan Lombok Timur seluas 1.300 hektar," terangnya.
Potensi garam di Lotim sangat menjanjikan. Dan ke depan, garam asal Lotim ini bukan hanya bisa dijadikan garam beryodium tetapi juga dijadikan garam diet.
[ysa]
BERITA TERKAIT: