"Gita lebih sibuk mengurus dirinya sendiri. Gita terlalu sibuk menebar citra bermodal muka dan gelar doktor dari luar negeri padahal tidak bisa berbuat apa-apa," kata Ketua Umum Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (Perisai) Perindo, Muhammad Sukron, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 20/7).
Menurut Sukron, Gita tak pernah merasakan hidup susah sehingga tak pernah peduli dengan penderitaan rakyat. Lebih parah lagi, Gita begitu percaya diri ikut konvensi calon presiden dari Demokrat dengan hanya bermodalkan kedekatan pada Cikeas.
"Gita cuma bermimpi jadi presiden. Faktanya, untuk mengurus harga sembako saja tidak mampu," tegas Sukron, yang juga mantan pimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Memang, lanjut Sukron, ada beberapa kemungkinan mengapa Gita tak juga ambil langkah untuk menstabilkan harga. Kemungkian pertama memang Gita tidak mampu. Kemungkinan kedua karena Gita dikendalikan kartel sembako. Atau kemungkinan ketiga, Gita dikelilingi para mafia pencari rente dari kebijakan impor.
"Sebab ujungnya, cara instan untuk menstabilkan harga yang selama ini dilakukan pemerintah hanya dengan cara impor. Tapi apapun kemungkinan itu, Gita harus bertanggungjawab," demikian Sukron.
[ysa]
BERITA TERKAIT: