Penjegalan secara brutal terhadap tokoh Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dari arena pemilihan gubernur Jawa Timur harus disikapi kaum Nahdliyin secara tegas, lugas dan komprehensif. Kalau tidak, ini akan dijadikan preseden pembonsaian tokoh NU dari panggung politik kekuasaan.
Hal ini ditegaskan inisiator Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih Adhie M Massardi Selasa siang (16/7) di Jakarta.
Adhie juga mengingatkan kaum Nahdliyin untuk belajar dari penyikapan terhadap penistaan tokoh NU (alm) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) oleh petinggi Partai Demokrat, Sutan Bathoegana. Ketika itu warga Nahdliyin di lebih dari 30 kota, yang tidak suka tokoh panutannya dinista, melakukan unjukrasa di kantor Partai Demokrat di kota masing-masing.
Hal ini memaksa Presiden SBY yang juga orang nomot 1 di Partai Demokrat mengumpulkan Kapolda dan Kapolres se-Indonesia di Jakarta dan memerintahkan segera meredam aksi di sejumlah daerah itu. Sedangkan Sutan Bhatoegana yang semula secara arogan mengatakan Gus Dur digulingkan karena “tidak bersih†alias korup, akhirnya menemui keluarga Gus Dur di Ciganjur dan minta maaf.
“Jadi kalau tidak ingin tokoh NU kelak hanya akan jadi ‘paria politik’ dalam politik kekuasaan di negeri ini, perlawanan terhadap penjegalan Khofifah yang diduga merupakan konspirasi Partai Demokrat dan KPU Jatim, harus dilakukan secara komprehensif dan lugas. Bukan hanya melalui jalur hukum,†katanya.
Jubir Presiden era Gus Dur ini menegaskan: “Politik itu ditentukan oleh gabungan fakta dan kekuatan. Tanpa didukung kekuatan yang nyata, fakta dan legalitas yang kita miliki tidak punya arti apa-apa. Karena penguasa yang korup hanya bisa dilawan dengan uang yang lebih banyak, atau kekuatan moral (massa) yang nyata. “
Lebih dari itu, Adhie menengarai, kalau proses demokrasi yang super curang di Jatim ini kita biarkan, pasti akan dijadikan prototipe pemilu nasional 2014, sebagaimana kecurangan pilgub 2008 di Jatim kemudian diproyeksikan dalam kecurangan pemilu 2009 oleh partai yang sama. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: