"Bayangkan, untuk ketua panitia pemungutan suara (PPS) di DKI Jakarta saja, KPU hanya memberikan honor Rp 500 ribu. Itu pun masih harus dipotong pajak," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, dalam keterangan tertulis beberapa saat lalu (Sabtu, 13/7).
Tentu saja, untuk anggota PPS akan mendapatkan honor yang lebih rendah lagi. Padahal, beban kerja dan tanggung jawab PPS begitu besar dalam Pemilu. Untuk pelaksanaan Pemilukada DKI Jakarta tahun 2012 saja, mereka diberikan honor sekitar Rp 1 juta.
"Dengan honor yang tidak wajar bahkan bisa disebut tidak manusiawi itu, tentu sulit diharapkan PPS bisa bekerja dengan sungguh-sungguh dan optimal," tegas Said.
Said mengatakan bahwa hal ini pun akan menjadi salah satu pemicu kualitas Pemilu 2014 akan lebih buruk dari pemilu-pemilu sebelumnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: