Dengan Honor PPS yang Tidak Manusiawi, Sulit Meningkatkan Kualitas Pemilu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 13 Juli 2013, 10:20 WIB
Dengan Honor PPS yang Tidak Manusiawi, Sulit Meningkatkan Kualitas Pemilu
ilustrasi/net
rmol news logo . Penghargaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada petugas di level bawah tidak ada sama sekali.

"Bayangkan, untuk ketua panitia pemungutan suara (PPS) di DKI Jakarta saja, KPU hanya memberikan honor Rp 500 ribu. Itu pun masih harus dipotong pajak," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, dalam keterangan tertulis beberapa saat lalu (Sabtu, 13/7).

Tentu saja, untuk anggota PPS akan mendapatkan honor yang lebih rendah lagi. Padahal, beban kerja dan tanggung jawab PPS begitu besar dalam Pemilu. Untuk pelaksanaan Pemilukada DKI Jakarta tahun 2012 saja, mereka diberikan honor sekitar Rp 1 juta.

"Dengan honor yang tidak wajar bahkan bisa disebut tidak manusiawi itu, tentu sulit diharapkan PPS bisa bekerja dengan sungguh-sungguh dan optimal," tegas Said.

Said mengatakan bahwa hal ini pun akan menjadi salah satu pemicu kualitas Pemilu 2014 akan lebih buruk dari pemilu-pemilu sebelumnya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA