"Ini uniknya Pemilu 2014. Unik itu bahasa halus untuk ironis," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, kepada
Rakyat Merdeka Online, Jumat sore (5/7).
Indikasi kecurangan oleh KPU ini, ungkap Said, terlihat jelas dari verifikasi partai politik yang tidak konsisten dengan aturan yang dikeluarkan, peraturan yang dimanipulasi, dan juga menghapus daerah pemilihan tertentu kepada partai tertentu.
"Artinya, KPU mencurangi caleg yang tidak bermasalah," ungkap Said.
Kecurangan ini, predikasi Said, akan semakin merebak hingga di tingkat KPU provinsi maupun kabupaten dan kota. Dan ini dibuktikan dengan hampir 100 anggota KPU di berbagai daerah yang diberhentikan.
"Inidikasi-indikasi ini bukti kecurangan oleh KPU," demikian Said.
[ysa]
BERITA TERKAIT: