KRISIS MESIR

Benarkah Kelompok Salafi Garis Keras Khianati Morsy?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 04 Juli 2013, 10:37 WIB
Benarkah Kelompok Salafi Garis Keras Khianati Morsy?
morsy/net
rmol news logo . Sejak berkuasa pada akhir Juni 2012 melalui pemilihan langsung, Muhammad Morsy dihadapkan pada dua pilihan. Apakah politisi dari Ikhwanul Muslimin ini harus merangkul kelompok Salafi garis keras atau berafiliasi dengan kelompok liberal dan moderat.

"Morsy tampak berusaha mengambil jalan tengah, mau merangkul semua elemen yang ada di Mesir, namun gagal," kata pengamat Timur Tengah, Muhammad Jafar, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 4/7).

Kelompok Salafi, kata Jafar, memegang kunci sangat penting. Sebab kelompok yang memiliki hubungan ideologis dengan Saudi ini menyumbang 10 persen suara untuk kemenangan Morsy dalam pilpres.

"Sekarang, apakah lemahnya kekuasaan Morsy karena pengkhinatan kelompok Salafi ini?" tanya Jafar.

Kecurigaan ini, lanjut Jafar, bisa saja muncul karena hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Salafi, apakah masih mendukung Morsy atau mendukung militer.

Hal menarik, katanya, justru datang dari Saudi. Pemerintah Arab Saudi begitu cepat merespons kudeta, dan langsung mengucapkan selamat kepada militer. Sikap cepat Saudi ini membuktikan bahwa memang Saudi merestui kekuasaan militer. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA