Kepada Nurfaizi, SBY langsung menginstruksikan, bila memang situasi politik, sosial, keamanan memburuk, agar menjaga keamanan KBRI dan seluruh WNI, termasuk mahasiswa yang ada di Mesir.
"Peristiwa ini kejutkan dunia, termasuk Indonesia. Kita berharap transisi demokrasi di Mesir bisa berlangsung baik dan damai," kata SBY dalam akun
twitter-nya beberapa saat lalu (Kamis, 2/7).
SBY pun meminta kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang ada Mesir untuk menghindari tempat-tempat berbahaya dan tidak melibatkan diri dalam urusan domestik Mesir.
SBY mengatakan bahwa pada tahun 2011, saat di Bali, ia dimintai pandangan oleh Presiden AS, Barack Obama dan Menlu Hillary Clinton tentang prospek demokratisasi di Mesir. Dalam kesempatan itu, SBY mengatakan pada Obama dan Hilary bahwa peran militer sangat menentukan dalam transisi demokrasi, dan ini juga berlaku di Mesir.
Kepada Obama, SBY mengatakan bahwa dulu militer Indonesia juga mendukung penuh demokratisasi, sambil melakukan reformasi internal. SBY pun mengaku telah menyampaikan pandangan serupa pada banyak kepala negara terkait perbandingan transformasi politik di Mesir dengan pengalaman Indonesia.
"Bangsa yang baru alami perubahan politik yang dramatis, mesti jalankan rekonsiliasi. Tak bijak lakukan pembersihan habis-habisan," demikian SBY.
[ysa]
BERITA TERKAIT: