Awalnya, Najib mau datang ke Mesir atas untuk memenuhi undangan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPI) Timur Tengah. Najib diundang untuk menjadi salah seorang pembicara dengan topik "Komparasi Arab Spring dan Reformasi di Indonesia 1998".
Selama ini, Najib terus mengikuti perkembangan di Mesir yang semakin hari semakin memburuk. Tiga hari lalu, ia pun mengkonfirmasi kepastian acara pada panitia di Kairo. Panitia pun menegaskan tidak ada perubahan agenda, karena peserta dari beberapa negara Timur Tengah telah hadir, dan panitian pun mengirim foto suasana normal di sekitar KBRI.
Namun Rabu tadi malam waktu setempat, kondisi Mesir berubah. Militer mengkudeta Morsy.
Dan meski demikian, Najib memastikan akan tetap datang ke Kairo. Ia pun punya motifasi baru, selain menjadi pembicara. Ia ingin mendampingi mahasiswa dan pelajar Indonesia di Mesir yang jumlahnya mencapai ribuan.
"Saya akan menyampaikan pada mereka bahwa tidak mudah melalui masa transisi dari Pemerintahan diktator dan militeristik menuju demokrasi. Indonesia beruntung dapat melalui masa sulit itu dengan mulus sehingga kini kita menikmati demokrasi yang mulai berbuah ekonomi," kata Najib beberapa saat lalu (Kamis, 4/7).
Najib berharap mahasiswa dan pelajar Indonesia di Mesir bisa mensyukuri negrinya dan semakin bangga dengan bangsanya.
"Saya juga sengaja membawa anak saya yang mahasiswa karena dengan melihat dari dekat apa yang kini terjadi di Mesir lebih berarti dari ribuan kata-kata atau ratusan buku yang mungkin bisa saya berikan kepadanya," demikian Najib.
[ysa]
BERITA TERKAIT: