Demikian disampaikan pengamat Timur Tengah, Zuhairi Misrawi, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 4/7).
Menurut Zuhairi, ada tiga faktor yang membuat kudeta militer itu diambil sebagai pilihan politik paling mungkin saat ini. Pertama, karena Morsy tidak melaksanakan amanat Revolusi, yaitu memenuhi keadilan sosial di masyarakat Mesir.
Kedua, lanjut Zuhairi, yang mengenyam pendidikan di Al Azhar Mesir, Morsy memaksakan Konstitusi yang prematur dan bahkan mengeluarkan dekrit yang sangat kontra-produktif dengan aspirasi mayoritas warga Mesir.
Ketiga, lanjut Zuhairi, adalah karena dominasi kekuasaan Ikhwanul Muslimin. Sebagai pemimpin yang masih dalam transisi demokrasi, seharusnya Morsy mengakomodir semua kelompok di Mesir.
"Jadi amanat Revolusi yang tidak dilaksanakan, membuat konstitusi yang prematur dan hegemoni kekuasaan ini membuat Morsy akhirnya dikudeta," demikian Zuhairi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: