"Sementara 65,1 persen publik menilai polisi sukses dalam memberantas narkoba, dan 60 persen menilai polisi berhasil dalam memberantas pornografi," kata Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun, dalam rilis survei bertema Kinerja Polri, KPK, dan Budaya Korupsi, beberapa saat lalu (Minggu, 30/6).
Sementara itu, lanut Rico, sebanyak 57,5 persen publik menilai polisi berhasil dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dan polisi pun dinilai sukses menjaga kriminalitas oleh 56,2 persen publik.
Namun demikian, ungkap Rico, publik meragukan kinerja polisi dalam menangani dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh aparat. Dalam persoalan ini, mayoritas publik, atau 42,7 persen merasa kecewa. Sementara yang puas ada 40 persen, dan yang menjawab tidak tahu ada 17,3 persen.
Publik pun, masih kata Rico, meragukan kinerja polisi dalam menangani aksi kejahatan yang melibatkan pejabat negara. Dalam hal ini, ada 42,8 persen yang kecewa; 35 persen yang pusa; dan 22,2 persen mengatakan tidak tahu.
Titik terendah publik pada polisi, lanjut Rico, adalah terkait dengan persoalan korupsi. Hanya 30 persen yang merasa puas terhadap kinerja polisi dalam menangani kasus ini, dan sebanyak 57, persen mengaku tidak puas. Sisanya, 12,6 persen mengaku tidak tahu.
Survei ini digelar pada 19-25 Juni 2013 dengan melibatkan 1.100 responden yang tersebar di 33 provinsi, dan menggunakan
multistage random sampling dan proporsional. Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95 persen, dengan
margin of error plus minus 2,87 persen.
[ysa]
BERITA TERKAIT: