"Karena itu saya tidak heran dengan hasil survei Indonesia Research Centre (IRC) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)," kata pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu 9Jumat, 28/6).
Selama menjadi partai oposisi, lanjut Asep, PDI Perjuangan terus membangun soliditas di tingkat kader dengan cara yang sistematis dan berkesinambungan. Hal ini berbeda dengan partai lain, yang terlihat tidak pernah menjaring kader yang loyal.
"Maka kader lain, seperti Golkar dan Demokrat buyar. Mereka tidak solid," tegas Asep, yang juga gurubesar ilmu hukum di Unpar.
Pemilu masih sekitar delapan bulan lagi. Karena itu, saran Asep, agar suara PDI Perjuangan tetap solid dan tetap berada di puncak elektoral, maka partai berlambang banteng moncong putih itu harus mempertahankan terus basis ideologis.
"Paling tidak, hingga Pemilu nanti, PDI Perjuangan harus tetap berada di jalur oposisi yang jelas dan menunjukkan keberpihakan pada rakyat," demikian Asep.
[ysa]
BERITA TERKAIT: