Kekesalannya memuncak ketika mengetahui hanya ada satu loket parkir yang dibuka sehingga kemacetan sudah mengular panjang.
"Luar biasa macetnya di komplek Senayan dan hanya satu yang loketnya buka di situ, dan itu bukan untuk pembayaran. Kan bayarnya pas sudah langsung masuk tadi," tutur Dahlan usai menghadiri Rakor di Gedung Kementerian Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (27/6).
Dahlan menilai loket itu hanyalah untuk mengecek durasi parkir. "Aneh cuma satu loket yang dibuka, loket satunya lagi tutup, padahal itu bukan untuk pembayaran. Loket itu mungkin hanya untuk ngecek berapa jam kalau kurang mungkin bayar lagi," papar Dahlan.
Saking kesalnya, Dahlan pun membuka palang loket untuk mengurai antrean panjang keluar dari kompleks GBK. Meski begitu, Dahlan meminta maaf bila tindakannya itu merugikan pihak pengelola parkir karena mobil bisa lolos tanpa membayar lagi.
"Saya buka saja palangnya karena macet parah. Jadi saya minta maaf, kalau misalnya perusahaan parkirnya mau menuntut, saya akan bayar," pungkas Dahlan, seperti dikutip dari
JPNN.
Sebelumnya atas ulah Dahlan, pihak pengelola mengaku merugi karena banyak mobil yang lolos dari biaya parkir. Meski begitu, pihak pengelola parkir tidak akan menuntut balik Dahlan.
[zul]
BERITA TERKAIT: