Irjen Putut Bayu Seno Dinilai Tak Layak Jadi Kapolri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 27 Juni 2013, 07:51 WIB
Irjen Putut Bayu Seno Dinilai Tak Layak Jadi Kapolri
putut bayu seno/ist
rmol news logo . Kapolri Jenderal Timur Pradopo diminta untuk mencopot Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Bayu Seno. Pasalnya, sejauh ini belum ada prestasi menonjol yang dilahirkan oleh mantan Kapolda Banten tersebut.  Bahkan, karir Putut pun diindikasikan karena dekat dengan Cikeas.

"Prestasi yang didapat oleh Putut, karena pernah menjabat sebagai Ajudan Presiden SBY, bukan murni prestasi kerja yang benar-benar baik, jadi Putut dekat dengan Cikeas," kata Ketua Umum Gerakan Rakyat untuk Keadilan Indonesia (Gerak Indonesia), Teddy, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 27/6).

Dicontohkan, dalam aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM pekan lalu, kata Teddy, gaya Polisi Metro di bawah komando Putut seperti gaya preman. Tidak ada jalur musyawarah yang dilakukan pihak kepolisian kepada mahasiswa.

"Bahkan tingkat keamanan di Jakarta juga sangat-sangat mengkhawatirkan. Tidak ada alasan tepat untuk menjadikan Putut sebagai Kapolri, kita menolaknya secara tegas," bebernya.

Teddy bahkan akan melakukan aksi penolakan Putut sebagai Kapolri di Mabes Polri, Polda dan Bunderan HI hari Jumat (28/6). Teddy sudah melakukan konsolidasi serta mengirimkan surat izin ke kepolisian. Ada yang aneh, ketika demo ke pihak Polda, surat izin paling lambat 3 tiga hari, biasanya untuk demo yang lain cukup 1 hari.  

"Kami mengajak seluruh mahasiswa Indonesia serta rakyat Indonesia untuk menolak Putut Bayu Seno sebagai Kapolri," tandasnya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA