Eksistensi Demokrat Justru Terancam Bila Jadikan BLSM sebagai Komoditas Politik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 24 Juni 2013, 10:29 WIB
Eksistensi Demokrat Justru Terancam Bila Jadikan BLSM sebagai Komoditas Politik
ilustrasi/ist
rmol news logo . Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tidak akan menaikkan angka elektabilitas Demokrat. Sebab masyarakat sudah semakin memahami persoalan yang terjadi, dan program BLSM bukan hanya program SBY yang berasal dari Partai Demokrat.

"Program ini multi-sektor, multi kepentingan dan multi-aktor. Partai-partai lain juga akan bermain dalam hal ini," kata pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 24/6.

Di saat yang sama, lanjut Asep, bila Demokrat menjadikan BLSM komoditas politik maka ini justru membahayakan eksistensi Demokrat sendiri. Di Parlemen, SBY dan Demokrat akan menjadi bulan-bulanan partai lain.

"Sementara di masyarakat, Demokrat pun akhirnya akan dicacimaki," ungkap Asep.

Asep melihat, kondisi pemilih Indonesia saat ini mulai berubah. Perubahan ini seiring dengan beragam informasi yang mudah diakses. Dan rakyat akan marah bila BLSM menjadi komoditas politik sebab mereka harus menanggung beban kenaikan harga BBM dari dari politik yang diperdagangkan itu. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA