Bahkan bukan hanya ajaran Islam saja yang mempercayai kedatangan Imam Mahdi ini. Hampir semua agama meyakini akan kedatangan Imam Mahdi ini. Tentu saja dengan istilah yang berbeda, seperti "Juru Selamat" dan lain-lain.
Perbedaan hanya mengemuka terkait dengan siapa sosok Imam Mahdi tersebut. Muslim Syiah misalnya meyakini bahwa Imam Mahdi itu adalah Imam ke-12 dari keturunan Rasulullah SAW. Sebagian muslim Sunni meyakini bahwa sosok Imam Mahdi itu adalah Nabi Isa As yang akan kembali turun ke dunia.
Sementara sebagian muslim Sunni lainnya meyakini bahwa Imam Mahdi itu bukan Imam ke-12 dalam pandangan Syiah dan bukan pula Nabi Isa sebagaimana pandangan muslim Sunni yang lain. Pandangan kelompok ini, Imam Mahdi adalah sosok lain, tanpa dirinci dengan jelas.
Untuk membahas persoalan ini, pengurus Wilayah Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (Ijabi) Jawa Barat akan menggelar seminar tentang Imam Mahdi. Acara yang akan digelar pada hari Minggu lusa ini (23/6) akan dilaksanakan di Gedung Satria Graha, Jalan Terusan Jakarta Antapani Bandung, dengan tajuk "Sertai Doa untuk Sang Pembebas dengan Membela Orang Tertindas.
Dalam keterangan tertulis kepada redaksi beberapa saat lalu (Jumat, 21/6), akan hadir menjadi pembicara dalam diskusi ini adalah ulama dari Iran seperti Ayatullah Durri Najaf Abadi, Dr. Mazaheri, dan Dr. Safakhah. Sedangkan dari Indonesia adalah Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat. Sementara itu, keynote speaker akan disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat dan Duta Besar Republik Islam Iran.
Acara ini dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian dari anak-anak Imdad Mustadh’afin asuhan Habib Abu Alydrus dan Group Nasyid Shalawat Albian. Kemudian dilanjutkan dengan
Ihya’ullail Nisfu Sya’ban mulai ba’da shalat isya sampai subuh di Masjid Al-Munawwarah, Jalan Kampus IV Babakan Sari Kiaracondong Bandung.
Sebagai acara penyerta, Ijabi Jabar juga akan melakukan
sahur on the road dengan membagikan bingkisan bermanfaat ke masyarakat dhuafa di daerah Bandung dan sekitarnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: