"Dilihat dari waktu yang hanya empat bulan saja dan sistem pembagiannya yang tidak merata akan menimbulkan konflik sosial di tengah-tengah masyarakat," kata Sekjen Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma), Dhika Yudistira, beberapa saat lalu (Kamis, 20/6).
Hal lain yang juga akan memicu konflik, lanjut Dhika, karena BLSM ini bersifat politis. Dengan demikian, hanya partai pendukung kenaikan harga BBM saja yang dipastikan akan mendapatkan jatah untuk mengalokasikan anggaran ini kepada publik.
Soal kenaikan BBM, Dhika menilai ada banyak cara untuk menyelamatkan APBN tanpa harus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bila saja pemerintah mau kreatif. Misalnya dengan menaikkan pajak kendaraan bagi pemilik kenderaan mewah.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: