"Mengapa kita hanya bisa berharap pemilihan presiden 2014 akan berwarna melalui konvensi capres Demokrat? Karena melalui partai-partai lain seperti yang kita ketahui telah memutuskan capresnya masing-masing dan terbukti sampai saat ini peneriman masyarakat sangat rendah kepada capres-capres tersebut," ujar board of advisor CSIS, Jeffrie Geovanie, (Senin, 10/6).
Menurut Jeffrie, konvensi capres Partai Demokrat akan jadi panggung yang menarik, tempat tampilnya tokoh-tokoh muda dari generasi baru yang secara leluasa bisa memperkenalkan diri dan unjuk gigi secara elegan.
Karena itu, menurut Jeffrie, bila konvensi berjalan sangat demokratis dan diikuti oleh calon-calon presiden dari generasi baru seperti Gita Wirjawan, Mahfud MD, Marzuki Ali, Irman Gusman, Dino Pati Jalal, Chairul Tanjung, hanya capres Partai Demokrat yang kemungkinan menjadi penantang dan bisa mengimbangi Joko Widodo.
Namun, bila ternyata konvensi capres Partai Demokrat berjalan tidak seperti yang diharapkan, maka 2014 yang akan datang, teka tekinya hanya siapa yang akan menjadi wakil presiden Indonesia berikutnya.
Karena bagi dalam amatan Jeffrie, kalau saja pemilihan presiden RI dimajukan hari ini, dapat dipastikan Jokowi, sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta akan terpilih sebagai presiden dengan suara mutlak di atas 60 persen, siapa pun lawannya.
Namun, karena pemilihan presiden masih setahun lagi, yaitu tahun 2014 yang akan datang, kepastian bahwa mantan Walikota Solo itu akan tampil sebagai pemenang, terpaksa harus bersabar dulu. "Waktu satu tahun ke depan ini akan sangat bergantung pada keberhasilan konvensi capres Partai Demokrat," pungkas Jeffrie.
[zul]
BERITA TERKAIT: