"Karena kami bagian dari pemerintah ini. Saya sejak awal jadi menteri, tidak pernah berbeda pendapat dengan Presiden (SBY)," tegas Tifatul dalam dialog di
Metro TV (Senin, 3/6).
Tifatul meminta semua pihak untuk memahami bahwa saat ini sedang terjadi masalah ekonomi secara global, dan Indonesia bagian dari itu. "Ada masalah krisis di Amerika Serikat, di Eropa, bahkan di Spanyol sampai di atas 30 persen tingkat penganggguran," ulasnya.
Meski begitu, sebagai bangsa yang besar, kata Tifatul, Indonesia harus tetap
survive; pembangunan juga harus tetap jalan.
"Harus tetap kita mempertahankan APBN kita. Harus ada antisipasi baik pengurangan defisit anggaran, pengurangan subdisi, pemotongan anggaran kementerian dan lembaga," ungkap Tifatul.
Karena itu, sambung Tifatul menekankan, bahwa kebijakan menaikkan harga BBM bukan untuk kepentingan pemerintah atau Presiden SBY. "Teman-teman DPR, kita harap memahami hal ini. Ini bukan untuk presiden, kabinet saja. Tapi untuk seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: