"Kiai, apa hukumnya membela tanah air? Bukan membela Tuhan, Islam atau Al-Qur'an," begitu kira-kira pertanyaan Soekarno yang disampaikan sang utusan kepada Kyai Hasyim.
Dialog ini ada dalm Film "Sang Kiai" garapan sutradara Rako Prijanto, dan mulai tayang sejak hari ini (Kamis, 30/5) di seluruh jaringan Bioskop XXI seluruh Indonesia.
Sang Kiai, kata Ketua Umum Garda Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M Hanif Dakhiri, mengisahkan sebagian perjuangan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari dalam mewujudkan dan menegakkan NKRI. Termasuk di antaranya peran kunci Kiai Hasyim di balik peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya.
Film Sang Kai, lanjutnya, merupakan film sejarah yang penting bagi rakyat Indonesia, terutama generasi muda. Apalagi generasi muda Indonesia saat ini dimanjakan oleh film-film impor, dan pada saat yang sama belum banyak sineas Indonesia yang bermutu.
"Film Sang Kiai dapat memperkuat momentum kebangkitan film nasional dan sekaligus mengajarkan untuk menghargai jasa para pahlawan pejuang bangsa. Ini saatnya kita mengapresiasi karya bangsa sendiri. Ini saatnya kita menjadi bangsa besar yang menghargai jasa para pahlawannya," demikian Hanif.
[ysa]
BERITA TERKAIT: