"Bahwa diundang makan di restoran, saya sebagai manusia yang beretika tentu tidak menolak, apalagi yang undang kawan sendiri," ungkap Herman Hery kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 29/5).
Tapi dia memastikan, tak ada bicara uang apalagi serah terima fulus dalam pertemuan tersebut, seperti disampaikan Ketua panitia lelang proyek simulator SIM, Teddy Rusmawan, yang mengaku diperintahkan Djoko Susilo menyerahkan empat buah kardus yang berisi uang kepada para anggota Komisi III DPR yang saat itu digawangi M Nazaruddin.
"Tetapi kemudian ada isu uang, tanya saja sama yang ngomong. Uang itu kasih ke siapa? Dimana? Siapa saksinya? Karena dalam acara makan itu tidak ada bicara simulator apalagi bicara uang," ungkapnya.
Apa agenda pertemuan tersebut?
"Yang telepon staf Korlantas, saya lupa tanya namanya. Diundang makan dalam rangka silahturahmi dan saya anggap wajar-wajar saja. Namun kalau saat ini jadi isu ada suap, itu yang saya tidak tahu, harus tanya ke yang ngomong," jawabnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: