"Sejak awal saya sampaikan bahwa, BLSM adalah pilihan rasional untuk mengatasi dampak kenaikan harga BBM, yakni Inflasi yang memukul KO daya beli masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan," ujar ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak (Selasa, 28/5).
Melalui BLSM, beban jangka pendek karena inflasi yang ditanggung masyarakat miskin, bisa dikurangi. Walaupun tetap dengan risiko kenaikan jumlah penduduk miskin karena masyarakat yang hampir miskin dan tidak memperoleh BLSM bisa menjadi penduduk miskin akibat inflasi tersebut.
Namun, argumentasi BLSM rasional sebagai solusi jangka pendek apabila dana yang digunakan berasal dari dana pengurangan subsidi BBM. Sebaliknya, apabila dana BLSM berasal dari dana utang, jelas ini justru menjadi masalah jangka pendek dan panjang sekaligus.
"Karena beban hutang di masa yang akan datang akan menjadi masalah pelik, ditambah lagi BLSM yang berasal hutang luar negeri jelas mengganggu produktifitas APBN di masa yang akan datang," tandas pengajar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: