Bagi Demokrat hal itu biasa saja. "Kalau soal pindah, itukan pilihan politik. Kita nggak tahu alasannya apa," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 24/4).
Menurut Sutan, kedua bekas menteri itu pindah ke partai Prabowo Subianto karena merasa sudah mentok karirnya di Partai Demokrat. Mereka tidak mungkin lagi diangkat jadi menteri.
"Kalau menurut saya, sudah mentok karir
tuh di Demokrat, pindah ke partai lain dengan harapan bisa lebih melejit lagi. Saya kira ngggak ada masalah. Dua-duanya pernah jadi menteri. Nggak bakal jadi menteri lagi. Tapi kalau Prabowo jadi presiden, ya kita doakan saja," ungkapnya.
Sutan tak menampik, bisa saja orang menilai komunikasi antara Demokrat dan kedua polisi senior itu tidak lancar. Tapi, Sutan memastikan, semua kader diperlakukan sama sebelumnya.
"Kalau ada acara, selalu kita undang. Tapi kan ada tawaran dari luar, yang lebih menggiurkan, bisa saja. Bagi kita itu hal biasa. Kalau saya pribadi, karena saya pendiri, apapun tawaran orang, saya tidak akan pindah. Apa kata dunia, apa komentar mertua kalau pendiri partai pindah," ungkapnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: