UN MUNDUR

Giliran KTI Watch yang Minta Penegak Hukum Usut Indikasi Korupsi Tender Soal UN

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 17 April 2013, 06:48 WIB
Giliran KTI Watch yang Minta Penegak Hukum Usut Indikasi Korupsi Tender Soal UN
m nuh/ist
rmol news logo . Kegagalan Ujian Nasional (UN) digelar secara serentak hanyalah salah satu bukti dari kegagalan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh.

Masih banyak lagi kegagalan M. Nuh yang lain dalam mengelola sistem pendidikan secara umum.

Contohnya saja, kata Direktur Kawasan Timur Indonesia (KTI) Watch, Razikin Juraid, perkelahian antar pelajar yang masih maraj, perkelahian antar mahasiswa di beberapa kampus negeri yang terus semarak, dan terjadinya dugaan tindak pidana korupsi di beberapa kampus ternama.

"Termasuk hancurnya tataurus UN 2013 yang banyak merugikan pelajar di bagian Timur Indonesia," kata Razikin, beberapa saat lalu (Rabu, 17/4).

Karena itu, ungkap Razikin, KTI Watch meminta M. Nuh untuk segera mengundurkan diri. Hal yang tak kalah penting, KTI Watch meminta aparat penegak hukum bergerak dan masuk ke kementerian yang dipimpin M Nuh.

"Aparat penegak hukum harus mengusut indikasi korupsi pada tender soal UN," demikian Razikin. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA