Namun, dia memastikan, kalau pun betul mundur, hal itu tidak mempengaruhi kesolidan
underbouw partai yang mengusung slogan perubahan tersebut.
"Kalau memang benar (pengurus BAHU Nasdem) DKI mundur, kita sudah langsung menunjuk penggantinya hari ini juga. Sehingga tugas-tugas dan program yang diberikan Partai Nasdem kepada BAHU tidak terganggu," ungkapnya (Selasa, 5/2).
Hal itu dikatakan Effendi Syahputra menanggapi pemberitaan di sebuah media bahwa Ketua DPW Provinsi DKI, Bahu Partai NasDem, Riky Margono mundur karena tidak sejalan dengan kepemimpinan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh. Riky menegaskan, Surya Paloh bukan terpilih secara aklamasi dalam kongres belum lama ini tapi karena adanya pemaksaan.
"Masalah terpilihnya Surya Paloh secara aklamasi, memang demikian faktanya. Saya sendiri ketika Kongres adalah peserta yang memiliki hak suara (dari BAHU Nasdem) dalam memilih ketua umum. Hak suara saya ketika itu memang saya berikan untuk Surya Paloh. Karena semua masyarakat tahu dari awal
the real leader dari partai ini ya Pak Surya. Jadi tidak ada alasan bagi kami untuk tidak memilih beliau memimpin partai ini," ungkap Effendi, pengacara muda ini.
Mengenai tugas dan fungsi BAHU Nasdem, sambungnya, sudah cukup jelas diatur dalam peraturan organisasi. Ada peraturan-peraturan organisasi yang mengatur BAHU Nasdem dan itu sudah beberapa kali disosialisasikan.
"Bahkan ketika Silaturahmi Nasional BAHU Nasdem yang dihadiri seluruh pengurus BAHU dari seluruh Indonesia (termasuk pengurus BAHU DKI) sudah jelas kita uraikan apa yang menjadi tugas-tugas pokok dari BAHU Nasdem ini sebagai salah satu sayap Partai Nasdem," imbuhnya.
Saat ini BAHU Nasdem akan mengadakan konsolidasi secara nasional dengan segera melakukan Rapat Kerja Nasional I. "Kami akan mengadakan Rakernas pada awal Maret 2013 ini di Semarang untuk konsolidasi dan persiapan kami untuk membentuk tim-tim advokasi di semua tingkatan kepengurusan Partai Nasdem," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: