"Ini amat sangat memperihatinkan. Memang sudah sangat seharusnya BNN bekerja lebih keras," ujar Hidayat kepada
Rakyat Merdeka Online (Selasa, 29/1).
Hidayat mengungkapkan itu menanggapi penggerebakan pesta narkoba pada Minggu dini hari oleh BNN di rumah artis Raffi Ahmad. Sebanyak 17 orang diboyong BNN.
Dari hasil tes urine terhadap 17 orang tersebut, sejak Minggu (27/1), ditemukan ada 5 orang inisial K, M, MF, W, dan J, positif menggunakan jenis narkotika. Di antaranya 2 orang pakai ganja, 2 orang pakai ekstasi, dan 1 orang mengkonsumsi ganja dan ekstasi. Sementar dua orang lagi menkonsumsi jenis baru, cathinone.
BNN sebelumnya mengaku sudah mengawasi tiga bulan pergerakan Raffi Ahmad. Menurut Hidayat, kalau sudah selama itu, mestinya BNN bisa menangkap kelas kakap, minimal kelas menengah. Karena dalam penggerebekan itu, BNN hanya menemukan dua linting ganja, beberapa butir ekstasi dan jenis baru narkoba.
"Tapi bukan lalu kemudian, BNN tidak boleh mengurusi hal-hal kecil. Tetap saja harus diurus. Karena kecanduan narkoba dimulai dari yang kecil-kecil ini. Tetap saja saya apresiasi tapi harus mengejar lebih lanjut siapa yang memasok barang-barang haram itu ke rumah artis tersebut," ungkapnya.
"Kita perlu mendengarkan penjelasan terbuka dari BNN, kenapa tiga bulan diawasi tapi hasilnya cuman segini. Apakah salah informasi atau penyelidikan belum selesai. Kita tunggu saja," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: